City Of Thieves


Sepotong peristiwa yang menjadi bagian sejarah Perang Dunia II (1939-1945) adalah pengepungan kota Leningrad, Rusia (sekarang dikenal dengan nama St. Petersburg) yang dilakukan oleh Jerman, berlangsung selama kurang lebih 900 hari, dari tanggal 8 September 1941 hingga 8 Januari 1944. Pengepungan ini merupakan pengepungan terbesar dan paling berdarah dalam sejarah, menewaskan lebih dari 1 juta orang. Pihak Jerman menyebutnya Operation Nordlicht (Operasi Cahaya Utara).

Peristiwa sejarah inilah yang menjadi latar belakang cerita dalam novel Kota Para Pencuri (City of Thieves). Namun jangan bayangkan City of Thieves sebagai sebuah novel yang serius dan melankolis. Sang penulis, David Benioff, yang sejatinya adalah seorang penulis skenario film, mengambil sisi petualangan yang dialami tokoh-tokoh utama di tengah-tengah gejolak perang.

Benioff bercerita tentang sang ayah, yang konon telah membunuh dua orang Jerman sebelum ia berusia delapan belas tahun. Suatu hari sang ayah membeberkan segala ceritanya kepada Benioff, mengenai apa yang dialaminya semasa perang.

Adalah Lev, seorang pemuda Yahudi 17 tahun bertubuh pendek yang tinggal di apartemen yang dinamai Kirov, di salah satu sudut kota Leningrad. Ayah Lev yang seorang penyair telah tewas di tangan Jerman, sementara ibu dan adik perempuannya mengungsi ke Moskwa. Tinggallah Lev dan teman-teman seapartemennya, anak-anak Piter (sebutan penduduk St. Petersburg bagi kota mereka) yang bangga, ikut berjuang mempertahankan kota.

Pada suatu malam yang membeku sesudah tahun baru, mayat seorang prajurit Jerman yang mati kedinginan melayang turun dengan parasutnya di atap Kirov. Lev mengambil pisau milik si prajurit, sementara teman-temannya mengambili barang-barang milik si prajurit yang lain. Siapa sangka lewat kejadian itu Lev akhirnya tertangkap oleh NKVD dan dijebloskan ke penjara Kresty. Di Kresty, Lev yang mengira bahwa hidupnya tidak akan lama lagi, bertemu dengan Kolya, seorang prajurit Rusia berumur awal dua puluhan yang punya ketampanan khas ras Arya: rambut berwarna jerami, mata biru, tubuh tinggi dan gagah. Kolya dijebloskan ke Kresty dengan tuduhan sebagai desertir. Tak disangka, mereka berdua malah dipertemukan dengan seorang kolonel tua yang akan melangsungkan pernikahan anak perempuannya dalam sepekan kedepan. Lev dan Kolya dibebankan suatu misi yang kedengarannya konyol namun taruhannya nyawa: mereka harus mencari selusin telur untuk kue pernikahan anak perempuan sang kolonel dalam waktu satu minggu!

Dari sini banyak petualangan yang dialami Lev dan Kolya, dan kebanyakan nyawa mereka hampir melayang dalam petualangan yang mereka jalani untuk mencari selusin telur. Saya tidak akan membocorkan apa saja yang mereka alami, anda harus membacanya sendiri :-p. Berhasilkah mereka memenuhi misi gila yang dipercayakan sang kolonel kepada mereka?

Satu hal yang tertanam di benak saya ketika membaca buku ini adalah: saya sungguh-sungguh bersyukur bahwa saya tidak hidup di tengah-tengah situasi perang. Benioff menggambarkan situasi yang terjadi saat itu dengan blak-blakan dan sangat riil, kekejaman dan kebrutalannya terasa banget, namun di saat yang sama juga menyorot hal-hal yang agak vulgar namun sangat manusiawi. Misalnya, Lev yang nggak pede tapi sangat penasaran dengan makhluk bernama cewek. Kolya, di sisi lain, adalah karakter yang suka omong besar, nekat, dan sebenarnya seorang maniak seks. Sangat menarik mengikuti perkembangan hubungan antara Lev dan Kolya, yang mana awalnya Lev sangat sebal dengan Kolya namun lama-lama mereka pun bersahabat.

Download kisah lengkapnya :


Komentar

My Post

Novel Romansa Si Mbah

One Day With Dad (English Version)